image-title

Tema tematik kali ini ‘Kehidupan Pasca SMAKBO.’ Rizki, seorang Beswan berkata, Tematik ini penting karena beswan membutuhkan arahan dan bayangan bagaimana kehidupan setelah lulus dari SMAKBO.”

Pemateri pertama adalah Sarjono Budi Santoso. Beliau alumni dari SAKMA (sebelum berganti nama menjadi SMAKBO) angkatan 25. Setelah lulus dari SMAKBO, beliau langsung masuk ke dunia industri tanpa berkuliah terlebih dahulu.

Beliau berkata, “Alumni dari SAKMA tidak pernah kekurangan pekerjaan, karena kualitas lulusannya baik, dan juga kala itu ekonomi indonesia sedang sangat kuat. Sehingga tenaga analis kimia banyak dibutuhkan di dunia industri.”

Beliau juga memberikan saran bagi para beswan untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa inggris, seperti bahasa Mandarin. Karena bila seseorang menguasai banyak bahasa, menjadi added value atau nilai tambah bagi dirinya.

Beliau berkata bahwa penguasaan bahasa itu penting karena tanpa kemampuan berbahasa, maka kita akan tertinggal. Terlebih di era sekarang ini, saat ekonomi indonesia sudah masuk ke era pasar bebas aktif yang mana banyak pengusaha dari luar negeri khususnya China yang mendominasi perekonomian di Asia. Sehingga untuk membangun relasi yang luas, maka kita harus mampu berkomunikasi, dan yang mendukung hal tersebut adalah kemampuan berbahasa.

Selain kemampuan berbahasa dan keterampilan dalam pekerjaan, beliau menekankan bahwa hal terpenting yang harus dimiliki seseorang adalah soft skill. Dimana soft skill ini dapat berupa kemampuan dalam beradaptasi di lingkungan baru, kemampuan membawa diri, kemampuan berpikir kritis, dan lain-lain.

Karena tanpa hal-hal tersebut, sebaik apapun keterampilan seseorang, dia tidak akan bisa berkembang di lingkungannya dan tidak akan bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dan yang terakhir, untuk mencapai kesuksesan, hal yang harus kita miliki adalah rahmat dari Tuhan YME, karena tanpa rahmat-Nya, apa yang kita usahakan akan sia-sia.

Memilih Kuliah

Pemateri kedua adalah Yusuf Noer Arifin. Ia alumni SMAKBO angkatan 59, dan merupakan bintang pelajar di angkatannya. Ia memaparkan tentang seberapa pentingnya kuliah dan kenapa lulusan SMAKBO harus berkuliah.

Dalam bangku perkuliahan, alumni SMAKBO akan mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan selama masih bersekolah. Dengan berkuliah, maka mereka bisa lebih mengembangkan soft skill (organisasi, kepanitiaan, dsb). Dan diberi ruang yang lebih luas untuk meng-explore bidang yang diminati.

Dalam dunia perkuliahan, terdapat beberapa aspek yang ditempa secara terus menerus, yaitu karakter, soft skill, ilmu, relasi, dan pengalaman. Berhasil atau tidaknya tempaan tersebut bergantung mahasiswa tsb, karena mereka diberikan ruang gerak yang lebih luas untuk membentuk dan mengatur dirinya sendiri.

Dengan bekal keterampilan dari SMAKBO, ditambah lagi dengan 5 aspek yang dikuasai di dunia perkuliahan, maka lulusan SMAKBO dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan berkembang sebelum masuk ke dunia industri.

Bekerja Sembari Kuliah

Pemateri ketiga adalah Fachrizka Mubianty. Ia alumni SMAKBO angkatan 51 yang setelah lulus dari SMAKBO melanjutkan pekerjaannya sebagai analis sekaligus berkuliah.

Ia mengatakan banyak keuntungan yang bisa didapatkan seseorang yang bekerja dan mengambil kelas ekstensi di perkuliahan. Waktu menjadi lebih efisien dan lebih paham bagaimana caranya mengatur waktu serta membangun banyak relasi dalam waktu yang bersamaan.

Namun, bekerja sekaligus kuliah tidaklah mudah. Seseorang harus rela mengorbankan waktu istirahat di akhir minggu untuk bekerja dan menghabiskan hari-hari biasa untuk bekerja. Ditambah lagi dengan tugas kuliah yang juga cukup memberatkan, bukan tidak mungkin orang yang mau bekerja sambil kuliah mengalami stres karena pekerjaan dan tugas-tugasnya yang lain. Sehingga keduanya dapat terlalaikan. Maka, sebelum memilih jalan apa yang ingin dilakukan setelah lulus dari SMAKBO harus mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari kemampuan pribadi, kondisi kesehatan, dan lain lain.

Setelah sesi materi selesai beberapa beswan berkata “waduh, tambah goyah nih mau gimana setelah lulus.” Namun, beberapa yang lain merasa bahwa informasi yang disampaikan oleh pemateri justru memantapkan niatnya. Baik itu langsung bekerja, kuliah, ataupun bekerja sambil berkuliah.

oleh Aliefi Mutiara Syafitri (Angkatan 62, Beswan Generasi 5)

Read More
image-title

Umumnya, para pelajar memikirkan setelah lulus nanti apa yang akan mereka lakukan. Mereka menghadapi pilihan untuk lanjut kuliah/kerja/bekerja sambil kuliah. Setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangannya, pelajar harus siap menanggung risiko dari pilihan tersebut dan tentu harus bertanggung jawab dengan atas pilihannya.

Memilih Langsung Bekerja

Narasumber pertama adalah role modelnya anak SMAKBO, kesuksesannya membuat ia terkadang harus pergi keluar negeri untuk bertugas. Beliau kerap disapa Pak MJ, alumni SMAKBO angkatan 25. Setelah lulus dari SMAKBO ia langsung bekerja di PT. Hengkel di  Cimanggis (Kini sudah dibeli oleh BASF) .

Pak MJ memaparkan ada 4 point yang harus diperhatikan apabila setelah lulus nanti kita memilih bekerja, yaitu: 1) Tingkat persaingan ketat; 2) Bekali dengan nilai tambah; 3) Pantaskan diri; 4) Harus melanjutkan kuliah.

Dalam dunia kerja pasti ada persaingan, bukan hanya bersaing dengan orang lain, kita juga harus siap jika harus bersaing dengan teman sendiri. Dalam beberapa kasus kita akan bersaing dengan orang yang lebih ahli, maka untuk dapat menang seseorang harus memiliki nilai tambah, baik itu softskill ataupun hardskill. Continue reading Pilihanku Adalah Jalan Kesuksesanku

Read More

SMK – SMAK Bogor merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang keahlian Kimia Analisis. Di sekolah ini banyak sekali laboratorium kimia baik laboratorium konvensional maupun laboratorium analisis instumen sebagai penunjang proses pembelajaran, salah satunya adalah Laboratorium Gravimetri

Laboratorium Gravimetri atau Laboratorium Kimia Dasar 1 merupakan laboratorium  paling dasar dan paling pertama yang dipelajari oleh siswa di sekolah ini, yaitu pada saat duduk di kelas 10. Lab ini merupakan salah satu lab konvensional sehingga barang-barang yang digunakan pun masih konvensional dan sederhana.

Setiap seminggu sekali siswa melakukan praktikum di laboratorium ini, oleh karena itu siswa harus pandai menyesuaikan diri di sekolah ini terutama di laboratorium ini,  karena di lab inilah jiwa seorang analis ditumbuhkan dan dikembangkan,  di tempat inilah siswa dibentuk kepribadian sebagai seorang analais yang nantinya akan terjun langsung di dunia perindustrian.

Berhubungan dengan hal tersebut, kami memiliki narasumber yaitu Guru Laboratorium Gravimetri, Bapak R. Rudi Hendrakusumah. Beliau sudah bekerja selama kurang lebih 30 tahun. Sejak awal mula bekerja beliau sudah ditempatkan di laboratorium ini, sehingga beliau mengetahui dengan jelas bagaimana sistem yang digunakan di laboratorium ini, dari segi aturan,  proses belajar mengajar,  dan segala kegiatan yang ada di laboratorium ini. Oleh karena itu beliau mengerti betul bagaimana caranya membentuk kepribadian siswa di laboratorium ini. Continue reading Gravimetri, Modal Gambaran Bekerja Di Laboratorium

Read More

Masa Orientasi Siswa (MOS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut murid baru. Nyatanya, kegiatan MOS di Indonesia dapat dibilang primitif. Kegiatan MOS di Indonesia identik dengan perpeloncoan, tindak kekerasan baik mental ataupun fisik, pemberian tugas yang tidak sewajarnya dan banyak lagi kegiatan yang sebenarnya tidak mendidik.

Kegiatan MOS di Indonesia kerap kali menimbulkan korban. Bahkan menyebabkan kematian. Seperti yang terjadi beberapa tahun lalu, dialami oleh almarhum Evan Christopher Situmorang (12). Siswa baru SMP Flora Bekasi itu tewas diduga karena kelelahan mengikuti MOS di sekolahnya. Continue reading Masa Orientasi Siswa, Perlukah?

Read More

Pagi itu, aku melamun sambil memandang sebuah gedung yang ‘lumayan’ bagus. Ya, gedung itu adalah salah satu gedung di sekolahku saat ini, SMK-SMAK Bogor atau panggilan gampangnya SMAKBO. Gedung itu masih bisa dikatakan baru, karena baru saja direnovasi total sekitar dua setengah tahun yang lalu. Dengan begitu, menjadi gedung yang ‘lumayan’ bagus, menurutku. Ah, membahas tentang gedung itu membuatku teringat pada saat pembangunan.

Awal Memilih SMAKBo

Sekitar kurang lebih dua setengah tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2015, pada saat itulah statusku resmi menjadi bagian dari sekolah SMK-SMAK Bogor, alias menjadi siswa disini. Tak pernah terlintas dipikiranku bahwa aku akan menjadi siswa sekolah ini, apalagi di Kota Bogor, kota yang sangat jauh dari kotaku berasal, Kota Tegal.

Bulan Mei 2015, semua teman-teman SMP-ku ramai dengan kesibukan mereka mencari sekolah mana yang akan mereka tuju selanjutnya. Aku sangat ingat, ada seorang teman bertanya kepadaku, “Tar, pan nglanjut ngendi? SMA apa SMK?” (Tar, mau melanjutkan dimana? SMA atau SMK?), dan dengan entengnya aku menjawab, “SMA jelas lah, aku ora minat SMK sama sekali,” (SMA jelas lah, aku tidak minat SMK sama sekali). Dan ternyata sekarang aku menjadi siswa SMK bahkan sudah hampir 3 tahun (bukan hampir lulus yah, sekolahku 4 tahun) mungkin ini yang dinamakan ‘kemakan omongan sendiri’. Ah sudahlah, aku juga tidak mengerti kenapa aku sampai bisa sampai di sekolah ini. Continue reading Kegilaan Awal SMAKBO

Read More