Komunikasi adalah tentang memberi bukan mengubah…

Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Jika kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Tentunya kita sebagai makhluk sosial akan selalu berhubungan dengan orang lain dan sebagai penghubung yaitu lewat komunikasi. 

Pada hakikatnya komunikasi ialah tentang memberi, namun banyak dari kita yang mengharapkan lebih setelah kita berkomunikasi dengan seseorang seperti mengubah sikap, mengubah opini, mengubah perilaku, bahkan mengubah masyarakat. Continue reading Tentang Memberi Bukan Mengubah

Read More

Pada tanggal 27 Januari 2017, telah diadakan tematik ke-3 yang bertema Effective Communication for Young Leader. Sardjono B. Santoso dari angkatan 25 SMK SMAK Bogor, dan Ingki Rinaldi dari jurnalis Kompas sebagai pembicara.

Sardjono B. Santoso menyampaikan isi bicaranya mengenai “Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional”, kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang artinya mengepalai sesuatu, yaitu setidaknya memiliki satu orang bawahan, atau yang dikepalai. Semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri. Untuk menjadi seorang pemimpin dapat menyatakan atau mendeklarasikan sendiri, ataupun diwariskan oleh orang lain. Continue reading Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional

Read More
image-title

Sudah 72 tahun kita merdeka. Tapi sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka. Penjajahan di masa lampau dan masa kini ada di konteks yang berbeda. Mungkin di masa lampau penjajahan itu berhubungan dengan fisik dan perebutan wilayah dari bangsa asing. Namun di masa kini, penjajahan kita rasakan sedikit demi sedikit. Malah ada beberapa orang yang tidak menyadari penjajahan itu. Penjajah dimasa kini bukan lagi dari bangsa asing. Tapi bisa jadi dari bangsa Indonesia itu sendiri. Beberapa orang mungkin berpikir ini tidak masuk akal. Mana mungkin suatu bangsa dijajah oleh bangsa itu sendiri.

Contohnya adalah karena teknologi berkembang secara pesat, maka setiap individu pasti memiliki handphone. Setiap hari benda itu selalu digenggam di tangan. Namun hal inilah yang menyebabkan kita sebagai generasi muda sebagai generasi “nunduk”. Setiap ada perkumpulan bukannya saling bercengkrama satu sama lain, melainkan masing-masing orang hanya sibuk kepada handphone mereka. Hal ini pula, kini muncul anggapan masyarakat Indonesia kurang bergotong-royong, menjadikan masyarakat individualis. Continue reading Penjajahan Masa Kini

Read More
image-title

Indonesia tanah airku, sebuah bangsa yang besar. Terdiri dari ribuan pulau, bahkan luasnya melebihi tiga negara di Eropa. Kekayaan alamnya melimpah, sumber daya manusia pun sangat banyak jumlahnya., tetapi  masih tergolong negara berkembang. Mengapa?  Pertanyaan seperti itu memang terdengar seperti kontradiktif dengan keadaannya tetapi memang seperti itu yang terjadi. Salah satunya adalah belum dioptimalisasikan pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya.

Dekade ini, Indonesia memang sudah terlihat lebih berkembang dari masa sebelumnya. Sektor pariwisata sudah berkembang pesat, sehingga dapat menarik turis mancanegara. Masih kah ada kekurangan? Masih. Yaitu, saat ini ‘yang memegang’ bangsa Indonesia masih generasi tua. Generasi muda Indonesia belum sepenuhnya memegang kendali bahtera kesejahteraan dan kemerdekaan Indonesia. Continue reading Penurunan Moral Bangsa

Read More
image-title

“Jika kita ingin menghancurkan suatu bangsa, maka hilangkanlah sejarah dari pikiran pemuda bangsa tersebut.”

Indonesia dengan segala keberagaman dan kebudayaannya yang khas adalah sebuah anugerah dan keindahan. Globalisasi dengan segala modernisasi dan kebebasannya adalah sebuah tuntutan zaman dan keharusan. Bagaimana jika mereka berdua bertemu? Indonesia dan globalisasi. Apakah akan menjanjikan budaya kita tetap lestari? Apakah akan menjanjikan nasionalisme kita utuh sedangkan segala macam paham dan budaya yang terlihat lebih menarik dan menjanjikan itu bebas masuk di era ini? Ataukah kita akan mengalami penjajahan selanjutnya setelah Belanda dan Jepang? Penjajahan macam apa? Penjajahan oleh globalisasi. Krisis nasionalisme dan cinta budaya. Ya, bangsa kita berada di ujung tanduk terjajah globalisasi. Continue reading Terjajah Globalisasi : Sebuah Klise Tentang Pemuda yang Lupa Akan Jati Diri Bangsanya

Read More