Satu hal yang  perlu kita ingat, bahwa setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Keputusan – keputusan yang kita buat adalah bentuk kepemimpinan kita terhadap diri kita dan merupakan sebuah hal yang harus dipertanggungjawabkan.

Kita mungkin sering mendengar ungkapan “Pengalaman adalah guru terbaik.” Kepemimpinan adalah suatu sifat yang harus diasah karena seorang pemimpin itu dibentuk. Ia diasah dan ditempa, entah dengan rasa sakit, kecewa, ataupun kegagalan. Semua yang dialaminya, membuatnya bertambah kuat dan mengajarkannya agar bisa menjadi lebih baik. Hal baik yang dialaminya ditingkatkan, dan rasa sakitnya dijadikan pelajaran.

Ketika mengalami kesulitan, perlu diingat bahwa apapun kesulitan yang kita alami, ada untuk membuat kita menjadi lebih kuat. Karena ketika kita dihadapkan dengan suatu masalah, artinya kita akan diberi kekuatan untuk menghadapi masalah itu. We will find a way.

Layaknya sebuah games, tingkat kesulitan dan tantangan yang ada akan meningkat seiring dengan meningkatnya level games yang kita mainkan. Jadi ketika kita merasakan kesulitan, kita perlu mengingat bahwa itu berarti kita sedang diuji untuk naik ke level yang lebih tinggi. Tidak perlu khawatir, karena ketika kita sudah naik level, kemampuan senjata yang kita punya juga akan meningkat.

Seperti kisah Handry Santiago, seorang CEO dari General Electric Indonesia. Ia divonis memiliki kanker kelenjar getah bening di usianya yang ke 17 tahun. Pada satu saat ketika kakinya tidak lagi dapat berjalan, Ia merasa frustasi. Ia mengurung diri di kamar dan tidak mau bertemu dengan orang – orang selama berhari –hari.

Pada suatu hari, ayahnya mendobrak pintunya dan mengajaknya berbicara. Ayahnya mengatakan, “hidup itu adalah pilihan.” Ia bisa memilih untuk berdiam diri di kamar dan terus merasa sedih ketika membandingkan dirinya dengan orang lain, ketika orang lain bisa melakukan hal yang dulu bisa Ia lakuan. “Ada pilihan kedua nak, itu seperti mendorong mobil di jalanan yang terjal,” sambung ayahnya. Menurut beliau, mobil itu harus terus didorong, meskipun kita merasa lelah. Tak apa mendorongnya dengan pelan, asalkan mobil itu terus didorong tanpa henti agar tidak turun lagi.

Hingga akhirnya, Handry Santiago memutuskan untuk terus mendorong mobilnya, meskipun dengan sangat susah. Menurutnya, jika ia tidak berani mengambil keputusan untuk terus mendorong mobilnya meskipun dengan kondisi yang sangat susah, Ia tidak mungkin merasakan hal – hal yang bisa ia rasakan sekarang: melihat kampungnya yang ada di Payakumbuh, melihat Lombok, Paris, New York, Gorontalo dan lainnya.

Apapun yang kita hadapi, kita bisa memilih untuk diam meratapi kesedihan atau bangkit dan terus mendorong mobil agar kita terus naik. Tapi perlu diingat, bahwa apapun pilihan kita, ada tanggung jawab yang harus dipikul, bahwa ada konsekuensi dari setiap pilihan. Segala kesulitan yang dihadapi, harus dijadikan ajang bagi diri untuk belajar, karena pada hakikatnya hidup adalah sebuah pembelajaran.

Penulis: Adilla Rahma Hayati

Read More
image-title

Pada hari Sabtu, 22 Februari 2019 di SMK-SMAK Bogor, Yayasan BAS meyelenggarakan pembukaan Program BAS Generasi ke-6. Acara tersebut dihadiri oleh orang tua dari penerima manfaat (Beswan), pihak yayasan, dan pihak sekolah.

Pembukaan Program ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antara orang tua Beswan, pihak sekolah dan pihak yayasan. Pada acara kali ini Yayasan BAS menyampaikan program yang akan dijalani oleh lima belas Beswan selama mengikuti Program BAS Generasi ke-6.

Dalam sambutannya, Pak Arief selaku perwakilan sekolah mengucapkan terima kasih kepada Yayasan BAS yang peduli dan bersedia untuk membantu Siswa. Pak Arief juga menambahkan semoga program BAS ini terus berlanjut.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan selama Program BAS Generasi ke-6 adalah kegiatan tematik yang akan dilaksanakan sekali dalam sebulan. Salah satu orang tua Beswan menyampaikan saran untuk menyelenggarakan tematik yang membahas tentang kehidupan setelah sekolah, sehingga dapat meyakinkan Beswan untuk memilih melanjutkan kuliah atau bekerja setelah lulus dari sekolah.

Sandi selaku perwakilan Yayasan BAS menanggapi, “Alhamdulillah pada generasi BAS sebelumnya kegiatan tematik dengan tema tersebut selalu kami laksanakan. Jadi nantinya kami akan menghadirkan dua narasumber, satu narasumber yang sudah memiliki pengalaman kerja yang banyak dan satu narasumber dengan gelar pendidikan yang tinggi.”

Selain itu ada juga orang tua Beswan yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada yayasan BAS karena telah menyelenggarakan program ini dan bersedia untuk membantu Beswan.

Tematik-1 Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional

Setelah pembukaan Program BAS selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan Tematik-1 bertema “Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional” yang diikuti oleh seluruh Beswan.

Tema ini dipilih dengan harapan Beswan memiliki kemampuan untuk memimpin diri sendiri atau bahkan memimpin orang lain, dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Dalam materinya, Gustav sebagai narasumber menyampaikan materi Komunikasi Profesional menjelaskan tujuan komunikasi yang baik, unsur-unsur komunikasi, dan model komunikasi. Ia menegaskan, “Tujuan dari model komunikasi adalah untuk memudahkan analisis dan merancang keputusan yang akan diambil.”

Sedangkan materi Kepemimpinan oleh Sandi, ”Pemimpin itu dibentuk, karena semakin banyak jam terbang dan banyak permasalahan yang dilalui, maka akan semakin terbentuk kepemimpinannya.” terang Sandi. Ia juga menambahkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin dapat dimulai dengan memimpin diri sendiri, tidak harus diawali menjadi pemimpin di suatu organisasi.

Selanjutnya, pemaparan materi kepenulisan dan pemberian tugas menulis. Tulisan Beswan yang terkumpul akan disimpan sebagai arsip yayasan dan berpotensi untuk masuk ke dalam website yayasan. Selain itu tulisan Beswan nantinya akan diterbitkan sebagai sebuah buku karya Beswan yang akan di launching pada akhir program dan/atau waktu setelah program selesai.

Terakhir, Beswan menandatangani akad Beasiswa oleh pengurus Yayasan BAS serta pembagian uang saku kepada Beswan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Read More
image-title

Bogor, 27 Januari 2018, Program Beasiswa Yayasan BAS telah melaksanakan materi tematik Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional berjudul Effective Communication for Young Leader. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan serta meningkatkan kemampuan komunikasi agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari beswan. Kegiatan berlangsung di SMK SMAK Bogor dengan narasumber yaitu Sardjono B. Santoso dan Ingki Rinaldi.

Acara terbagi atas dua sesi, sesi pertama diisi oleh Sardjono tentang kepemimpinan dan komunikasi profesional. Sardjono mengawali sesi dengan mempersilakan setiap Beswan untuk memperkenalkan diri, nama dan kelasnya.  Setelah selesai, Sardjono mengatakan “Karena ini adalah tema komunikasi, yang saya nilai artikulasi paling baik, paling komunikatif, adalah Virgia.” Sardjono memberikan Virgia hadiah sebagai bentuk apresiasi. Lebih lanjut Sardjono menjelaskan bahwa mengenalkan diri dengan baik dapat dilihat dari attitude-nya. Namun, pertama kali berkenalan first impression-nya yaitu bagaimana memperkenalkan diri dengan baik, dengan artikulasi yang jelas. Continue reading Pelaksanaan Kegiatan Tematik ke-3 : Kepemimpinan dan Komunikasi Profesional

Read More