Genap sudah. Akhirnya, saya dan teman-teman beswan lainnya dipertemukan di penghujung rangkaian tematik bulanan, tepat di Sabtu penghujung Juni lalu. Juga kembali diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan orang-orang hebat, yang semoga bukan untuk terakhir kalinya.

Kali ini kami diberi bimbingan dan gambaran tentang medan perang kami selanjutnya—setelah lulus SMAKBo—. Lewat pengalaman-pengalaman dari mereka yang sudah jauh lebih dulu melewatinya. Mulai dari penerapan prinsip-prinsip analisis saat bekerja nanti—misalnya penerapan alat GC, sampai lika-liku sampling limbah gas dari cerobong asap yang butuh waktu seharian.

Dan tamu istimewa kami kali ini, pertama ada Abah dengan segudang pengalamannya bertahun-tahun bergelut di dunia kimia, yang semuanya tergambar jelas dari sorot mata di balik lensa kacamata beliau, bagaimana beliau bercerita sambil membayangkan masa mudanya dulu.

Mulai dari kisah persahabatan yang awet puluhan tahun tanpa asam benzoat, kisah seru beliau yang berani tolak kunci mobil demi mempertahankan prinsipnya yang jujur dan amanah, sampai tranformasi rambut beliau dari gondrong—yang pernah tren di masanya, sampai sekarang yang sisa separuh, dan memutih.

Kemudian ada Bu Yane Emran, seorang ibu dengan segala pengalaman luar biasanya dalam merintis karir, tentunya di bidang kimia. Ada satu kalimat yang saya garis bawahi dari beliau—menurut saya, ini keren, banget.
Kurang lebih begini, ‘Pokoknya, terus perbaiki diri, pantaskan diri, tingkatkan kualitas diri, supaya ketika kesempatan itu datang, kita bertemu di titik koordinat yang sama.’

Sederhananya, semisal, saya ingin sekolah ke luar negeri—tentunya saya harus mahir berbahasa Inggris. Kapannya, tidak ada yang tahu. Intinya, terus belajar bahasa Inggris, kerahkan ikhtiar terbaik. Supaya sekalinya ada kesempatan beasiswa ke luar negeri, kita sudah siap.

Tuhan tidak pernah tidur, dan jangan pernah lupakan janji-Nya tentang balasan atas setiap hal, sekecil apapun, yang telah kita lakukan.
Banyak pengalaman-pengalaman hebat lainnya yang saya—dan juga teman-teman beswan lainnya—terima, yang luar biasa berharga. Butuh puluhan tahun untuk mendapatkannya, dan tentunya, tidak sembarang orang mampu dapatkan.

Penulis Nabila Putri (Angkatan 61)

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *