SMK – SMAK Bogor merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang keahlian Kimia Analisis. Di sekolah ini banyak sekali laboratorium kimia baik laboratorium konvensional maupun laboratorium analisis instumen sebagai penunjang proses pembelajaran, salah satunya adalah Laboratorium Gravimetri

Laboratorium Gravimetri atau Laboratorium Kimia Dasar 1 merupakan laboratorium  paling dasar dan paling pertama yang dipelajari oleh siswa di sekolah ini, yaitu pada saat duduk di kelas 10. Lab ini merupakan salah satu lab konvensional sehingga barang-barang yang digunakan pun masih konvensional dan sederhana.

Setiap seminggu sekali siswa melakukan praktikum di laboratorium ini, oleh karena itu siswa harus pandai menyesuaikan diri di sekolah ini terutama di laboratorium ini,  karena di lab inilah jiwa seorang analis ditumbuhkan dan dikembangkan,  di tempat inilah siswa dibentuk kepribadian sebagai seorang analais yang nantinya akan terjun langsung di dunia perindustrian.

Berhubungan dengan hal tersebut, kami memiliki narasumber yaitu Guru Laboratorium Gravimetri, Bapak R. Rudi Hendrakusumah. Beliau sudah bekerja selama kurang lebih 30 tahun. Sejak awal mula bekerja beliau sudah ditempatkan di laboratorium ini, sehingga beliau mengetahui dengan jelas bagaimana sistem yang digunakan di laboratorium ini, dari segi aturan,  proses belajar mengajar,  dan segala kegiatan yang ada di laboratorium ini. Oleh karena itu beliau mengerti betul bagaimana caranya membentuk kepribadian siswa di laboratorium ini.

Praktikum gravimetri merupakan dasar bagaimana kita bekerja di laboratorium  secara umum. Mulai dari kita bisa menggunakan alat maupun bahan kimia dan juga cara bersikap di laboratorium. Karena jika dasarnya sudah tau, maka bekerja di lab mana pun akan sama saja”

Berdasarkan pengalaman bapak selama ini, bagaimana sikap siswa saat pertama kali masuk ke lab gravimetri ?

Takut. Takut karena memang baru pertama kali masuk ke laboratorium. Walaupun di smp dulu ada, tapi kan ini berbeda ya baik dari segi peralatan, suasana maupun gurunya. Banyak pula anggapan buruk masyarakat mengenai bahan kimia yang dianggap berbahaya, hal ini menambah ketakutan para siswa. Padahal jika siswa sudah mengerti dan menguasainya, kegiatan di laboratorium akan terasa menyenangkan.

Lalu apakah ada ketentuan tersendiri dari pihak gravimetri mengenai sikap siswa ?

Yang jelas tidak ada ketentuan tersendiri, karena kita mengacu pada sikap seorang analis yang bersifat global (umum). Seorang analis harus bisa memposisikan nanti kerjanya dimana. Seorang analis minimal harus menguasai apa yang ada di laboratorium dan dapat menjaga dirinya sendiri. Makanya kan waktu kita pertama kali masuk kita belajar mengenai layout (tata letak) laboratorium. Tapi jika bicara tata tertib, maka setiap laboratorium pasti punya tata tertib tersendiri. Walaupun secara umum tata tertib laboratorium itu sama.

Lalu bagaimana cara bapak mendidik siswa di gravimetri ?

Dalam mendidik siswa kita punya strategi yaitu dengan menanamkan kesadaran pada siswa akan keselamatan kerja di lab. Gravimetri tidak mendidik siswa menjadi orang yang penakut melainkan menjadi orang yang bertanggung jawab. Kalau saya sendiri mendidik siswa sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Karena setiap siswa pasti memiliki karakter yang berbeda sehingga pendekatan yang dilakukan pun harus berbeda walaupun tujuannya sama. Dan memang terdapat sebuah kompetensi bagi guru untuk memahami karakter siswa yaitu kompetensi pedagogik.

Menurut bapak cara yang paling tepat untuk mendidik murid itu seperti apa ? Apa harus tegas & keras atau lembut ?

Yang jelas semua cara baik, baik lembut maupun keras. Semua dilakukan untuk membentuk sikap kerja di laboratorium yang tentunya berbeda dengan sikap di dunia luar. Untuk strategi, balik lagi ke pembentukan karakter. Kita melihat dari karakter masing-masing anak. Karena ada beberapa anak yang tidak bisa dibentak atau dimarahi. Peringatan yang kita berikan bukan berarti kita marah atau kesal tetapi hanya untuk pembelajaran. Karena lebih baik salah sekarang dibandingkan nanti. Jadi dalam hal pembentukan karakter kita menggunakan semua cara baik keras atau lemah lembut tergantung dari kondisi. Karna kalau kita terlalu baik kadang disalahgunakan dan kalau terlalu keras nanti anak-anak akan kesal ke kita.

Masalah apa yang sering bapak hadapi dalam mendidik siswa ?

Masalah utama guru dalam menghadapi siswa adalah komunikasi. Misalnya ada siswa yang diam tapi mengerti tetapi ada juga yang diam tapi ternyata tidak mengerti. Itulah yang menjadi masalah. Karena kita sebagai guru tidak bisa tahu jika siswa tersebut hanya diam saja dan tidak bertanya. Itulah yang menjadi tantangan bagi guru, yaitu untuk memahami karakter peserta didik.

Apakah ada hukuman bagi siswa yang melanggar peraturan di lab gravimetri ?

Kalau sanksi pasti ada. Misalnya jika memecahkan alat di lab, maka siswa harus menggantinya dengan yang baru, itu pun berlaku di tempat kerja. Sanksi itu selama dapat mendidik wajar-wajar saja. Pemberi sanksi pun harus bijaksana, sanksi diberikan harus sesuai karakter siswa.

Suka duka dalam mendidik murid di gravimetri ?

Sukanya adalah bapak merupakan orang pertama yang tahu karakter anak dan menjadi bagian dalam pembentukan karakter anak. Bapak bisa melihat perkembangan anak dari awal yang tidak tahu apa-apa sampai bisa kerja dan sukses. Bangganya adalah bapak bisa tetap dikenal.

Kalau dukanya tidak ada ya, tapi kalau kesulitan pasti ada. Sulitnya adalah mendidik anak yang tidak tahu apa-apa menjadi tahu dan mengerti serta perlu dilakukan pendekatan kepada siswa terlebih dahulu untuk memahami mereka. Di gravimetri ini sebenarnya materinya mudah dan sedikit, tetapi karena siswa tidak tahu apa-apa maka diperlukan pemahaman yang cukup lama. Karena gravimetri merupakan modal, gambaran bekerja di laboratorium.

Penulis Albertus Bayu dan Puji Ayu Ningtyas (Angkatan 61)

Narasumber : R. Rudi Hendrakusumah

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

One thought on “Gravimetri, Modal Gambaran Bekerja Di Laboratorium