Pagi itu, aku melamun sambil memandang sebuah gedung yang ‘lumayan’ bagus. Ya, gedung itu adalah salah satu gedung di sekolahku saat ini, SMK-SMAK Bogor atau panggilan gampangnya SMAKBO. Gedung itu masih bisa dikatakan baru, karena baru saja direnovasi total sekitar dua setengah tahun yang lalu. Dengan begitu, menjadi gedung yang ‘lumayan’ bagus, menurutku. Ah, membahas tentang gedung itu membuatku teringat pada saat pembangunan.

Awal Memilih SMAKBo

Sekitar kurang lebih dua setengah tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2015, pada saat itulah statusku resmi menjadi bagian dari sekolah SMK-SMAK Bogor, alias menjadi siswa disini. Tak pernah terlintas dipikiranku bahwa aku akan menjadi siswa sekolah ini, apalagi di Kota Bogor, kota yang sangat jauh dari kotaku berasal, Kota Tegal.

Bulan Mei 2015, semua teman-teman SMP-ku ramai dengan kesibukan mereka mencari sekolah mana yang akan mereka tuju selanjutnya. Aku sangat ingat, ada seorang teman bertanya kepadaku, “Tar, pan nglanjut ngendi? SMA apa SMK?” (Tar, mau melanjutkan dimana? SMA atau SMK?), dan dengan entengnya aku menjawab, “SMA jelas lah, aku ora minat SMK sama sekali,” (SMA jelas lah, aku tidak minat SMK sama sekali). Dan ternyata sekarang aku menjadi siswa SMK bahkan sudah hampir 3 tahun (bukan hampir lulus yah, sekolahku 4 tahun) mungkin ini yang dinamakan ‘kemakan omongan sendiri’. Ah sudahlah, aku juga tidak mengerti kenapa aku sampai bisa sampai di sekolah ini.

Setelah dinyatakan aku diterima di sekolah ini, tentunya seperti biasanya.

Setiap penerimaan siswa baru pasti akan disambut dengan adanya Masa Orientasi Sekolah atau sekarang disebut dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Sebelumnya sempat searching di internet tentang MOS di SMAKBO, dan diluar dugaan ternyata banyak yang cerita jika MOS di SMAKBO itu ‘gila’. Seperti orang pada umumnya, tentu aku takut karena diiming-imingi cerita tersebut. Tapi, ya sudahlah jalani saja.

Saat hari pertama MOS, hal yang pertama kali dilakukan adalah halal bihalal. Ya wajar saja karena itu hari pertama masuk sekolah setelah hari raya, jadi kami semua harus salam-salaman dengan para guru, dan kakak kelas 3 angkatan, sedangkan tanganku hanya 2. Gila ’kan? Sangat melelahkan tentu, dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk halal bihalal.

Kegiatan MOS

Setelah itu, kami siswa baru berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan MOS dan perkenalan dengan para panitia MOS. Menurutku hanya di SMAKBO yang jumlah panitia MOS bisa mencapai ratusan. Dan yang paling kutakuti adalah panitia bidang acara, ya karena tugas mereka itu ‘ngomel-ngomelin’ orang, seperti MOS pada umumnya.

Lalu, siswa baru digiring oleh panitia ke gedung C SMAKBO untuk melakukan latihan paduan suara, dan aku mendapat bagian suara bass. Awalnya aku tidak paham, untuk apa latihan paduan suara ini? Hari pertama pun terjadi biasa saja, namun yang lebih ‘gila’, kami diberi tugas membuat karangan sebanyak 1 lembar folio full, dan harus dikumpulkan pada keesokan harinya. Tentu saat malam hari, aku begadang mati-matian melawan kantuk. Sebelumnya aku tidak pernah begadang seperti ini, aku harusnya sudah bisa tidur dengan tenang sebelum pukul sepuluh malam. Akan tetapi naas, tugas itu baru selesai pukul dua dini hari.

Hari kedua, ada pembagian kelompok dalam satu kelas. Kebetulan aku kelas X-1 dan kelompokku adalah kelompok Krem-Putih. Yang unik disini adalah aku mendapat nama trivial atau nama samaran yaitu “Natrium Carbonate”. Di hari kedua, masih seperti hari sebelumnya, melakukan latihan paduan suara. Dan saat itu, ada penyampaian materi dari wali kelas, namun karena wali kelasku berhalangan hadir, jadi yang mengisi acara adalah guru BK, yaitu bapak Heri Setiawan. Aku lupa materi apa yang beliau sampaikan. Dan, lagi-lagi mendapat tugas yang sangat ‘gila’, bukan hanya satu, tapi dua karangan sekaligus yang harus aku selesaikan dalam waktu hanya semalam. Ah, baru awal saja sudah membuat kantong mataku membesar.

Hari Ketiga MOS

Pada hari ketiga, kami masih tetap latihan paduan suara. Aku baru tau, tujuan latihan paduan suara itu adalah untuk persembahan kepada orangtua para siswa. Sekarang, sih, disebutnya masa pelantikan siswa baru. Saat menjelang sore, dimana titik puncak para sie acara berkoar-koar di lapangan, ada drama rebut antar sie. Bagian dari panitia lah. Aku sangat ingat, dimana semua siswa saling berdesakan, dan ada satu orang, tepat disebelahku dia mungkin memang memiliki penyakit asma, dan saat itu kambuh, ah sudah ini, bingung apa yang harus aku lakukan. Aku pun teriak memanggil petrik (P3K), dan langsung dia dibawa keluar dari kerumunan itu.

Dan hari terakhir MOS, hari yang kutunggu-tunggu, dimana orangtuaku datang untuk menyaksikan aku menyanyi atau hari dimana masa pelantikan siswa baru dilaksanakan. Kegiatan itu biasanya dilaksanakan di Gedung Serba Guna SMAKBo. Namun karena saat itu sedang ada pembangunan gedung yang saya ceritakan di awal, jadi pelantikan dilakukan di lapangan. Setelah pelantikan selesai, orangtua pun dipersilahkan untuk pulang. Ku pikir aku juga bisa ikut pulang dengan mereka, tapi ternyata siswa tetap harus disekolah untuk acara berikutnya.

Puncak Kegiatan MOS

Saat siang hari datang, kami berkumpul di lapangan. Sandiwara besar pun dimulai. Dan ‘gilanya’ lagi, para alumni ikut meramaikan acara itu. Para siswa baru ‘diomelin’ habis-habisan oleh para alumni dan panitia. Ah stress sekali aku saat itu. Sampai akhirnya malam pun tiba, kami disuruh untuk menutup mata dan digiring menuju lapangan. Ternyata saat dibuka, ada lilin yang tersusun rapi di lapangan membentuk angka “61”, dimana 61 adalah angkatanku saat ini.

Ah gila memang SMAKBo, bisa-bisanya ada MOS sejenis ini, MOS sampai malam, MOS yang bisa bikin siswa baru langsung mundur lagi, MOS yang bisa bikin siswa baru langsung jatuh cinta sama sekolah ini. Tetapi tetap sih, hatiku belum rela, jika ternyata aku sekolah di SMK bukan SMA, saat itu. Tidak tau kalau besok.

Tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundakku dan berkata, “Tar, masuk.” Ah, tidak terasa sudah 15 menit aku mengingat kejadian itu. Kejadian yang sangat berkesan diawal sekolah di sini, SMK-SMAK Bogor. Aku yakin aku akan rindu dengan suasana itu.

Oleh Mutiara Nanda (Angkatan 61)

 

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

One thought on “Kegilaan Awal SMAKBO