image-title

Kita harus berkeyakinan bahwa perbuatan baik kita, nantinya akan kembali balik ke kita. Sesuai hukum Kekekalan Energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan oleh manusia. Namun energi dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Maka, energi kebaikan yang kita berikan pasti akan kembali ke kita.

Hal itu tersampaikan pada Pembukaan Program dan Gathering Perdana Program Beasiswa BAS Generasi ke-5 yang diselenggarakan Yayasan Bakti Asih Sesama. Acara berlangsung pada Sabtu, 8 Desember 2018 di SMK SMAK Bogor, yang dihadiri Penerima Manfaat (Beswan), orang tua Beswan, dan perwakilan Sekolah.

Pada gathering ini, Yayasan menggambarkan aktivitas-aktivitas yang akan dijalankan selama Program BAS Generasi ke-5. Harapannya, peserta memahami tentang Program Beasiswa BAS, sekaligus media silaturahmi antara Yayasan BAS dengan Beswan, orang tua Beswan, dan pihak sekolah.

Ibu Yati selaku perwakilan Sekolah memberikan sambutan,”Terima kasih kepada Pengurus Yayasan, mereka bukan orang yang santai-santai. Di tengah kesibukan bekerja, mereka masih semangat untuk berbuat kebaikan… Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan semangat ini akan menular ke adik-adik semua nantinya.”

Output nyata Program Beasiswa ini adalah adanya tulisan Beswan dan Buku Karya Beswan. Hal ini mendapat perhatian dari salah satu orang tua Beswan, yang mengatakan bahwa buku bermanfaat untuk masyarakat luas serta tersimpan baik untuk waktu yang lama.

Secara simbolis, Pembukaan Program Beasiswa Generas ke-5 ditandai dengan perwakilan Beswan mengenakan Kaos BAS. Lalu, pembacaan Akad Beasiswa dilanjut dengan tanda tangan akad beasiswa oleh Pengurus Yayasan dan Beswan. Sekaligus penyerahan Bantuan Biaya SPP untuk Semester 1 TA 2018-2019 kepada 20  Beswan.

Sesi Diskusi

Saat sesi diskusi, Pak (IW) memberikan pandangan,”Memang tidak mudah untuk kehidupan ke depan, apalagi yang katanya menghadapi industri 4.0. Saya berharap, nantinya anak-anak kita diberikan gambaran dan diceritakan bagaimana kondisi di lingkungan kerja maupun keseharian di masyarakat”.

Hal tersebut direspon oleh Pembina Yayasan, Kang Rifqi,”Saya lulus dari SMAKBO tahun 90, hingga sekarang saya lihat bahwa prestasi yg tinggi tidak otomatis menjadi jaminan akan sukses dalam karir. Banyak faktor-faktor lain yg bersifat softskill. Dan untuk mempunyai kemampuan softskill ini butuh proses yang tidak instan…”

Lebih lanjut Kang Rifqi menyampaikan,“Apalagi sekarang kita sudah memasuki industri 4.0 yaitu internet of things,  banyak perubahan-perubahan mendasar dalam industri yg harus kita mengerti agar tidak tertinggal. Semoga dengan ikut Program Beasiswa BAS, adik-adik semangat untuk belajar berproses.”

Salah satu orang tua Beswan, Pak (TF) menambahkan, “Kiranya nanti, untuk kaka-kaka dari Yayasan dapat menceritakan keajaiban apa saja yang pernah dialami. Karena, keajaiban dari sedekah yang diberikan yaitu akan balik lagi ke pemberinya.”

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *