image-title

Indonesia tanah airku, sebuah bangsa yang besar. Terdiri dari ribuan pulau, bahkan luasnya melebihi tiga negara di Eropa. Kekayaan alamnya melimpah, sumber daya manusia pun sangat banyak jumlahnya., tetapi  masih tergolong negara berkembang. Mengapa?  Pertanyaan seperti itu memang terdengar seperti kontradiktif dengan keadaannya tetapi memang seperti itu yang terjadi. Salah satunya adalah belum dioptimalisasikan pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya.

Dekade ini, Indonesia memang sudah terlihat lebih berkembang dari masa sebelumnya. Sektor pariwisata sudah berkembang pesat, sehingga dapat menarik turis mancanegara. Masih kah ada kekurangan? Masih. Yaitu, saat ini ‘yang memegang’ bangsa Indonesia masih generasi tua. Generasi muda Indonesia belum sepenuhnya memegang kendali bahtera kesejahteraan dan kemerdekaan Indonesia.

Generasi muda Indonesia masih dalam keadaan labil untuk saat ini. Di satu sisi sudah banyak pemuda yang dapat mengukir prestasi hingga ranah mancanegara. Tetapi di sisi lain masih banyak pula pemuda yang melakukan kenakalan-kenakalan yang bahkan membuat orang menggelengkan kepala ketika mengetahui tentangnya di berita.

Salah satu hal yang harus dilakukan adalah menjaga moral pemuda bangsa Indonesia. Mengapa demikian? Karena hari demi hari moral pemuda dapat semakin terkikis. Salah satu contoh sederhana adalah tidak melakukan apresiasi. Kepada siapa? Kepada siapa pun itu. Masih banyak pemuda yang sering melakukan bolos upacara, bisa dikatakan upacara adalah salah satu cara untuk mengenang dan menghargai para pahlawan di masa lampau tetapi mereka hanya menganggapnya hal sepele.

Contoh lainnya adalah tidak mengapresiasikan karya dan usaha saudara se-tanah air nya. Hal ini sering terjadi belakangan ini, saat pemuda Indonesia berhasil mengukir prestasi  dan mengharumkan nama bangsa masih ada saja tangan-tangan jahil yang menuliskan komentar negatif di internet yang biasanya dilakukan oleh kaum muda.

Penurunan moral biasa terjadi karena tiga faktor utama, yaitu :

  1. Keluarga
  2. Pergaulan
  3. Globalisasi

Keluarga adalah hal paling dasar dalam kehidupan semua orang, sehingga peranan keluarga sangatlah penting. Dalam keluarga yang harmonis, anak akan merasa lebih bahagia dan bebas berekspresi sehingga ia percaya mimpinya dapat tercapai. Lain halnya dengan keluarga dengan hubungan yang tidak harmonis. Anak merasa tidak bahagia dan terancam, sehingga khawatir apakah ia dapat mewujudkan mimpinya atau tidak

Faktor kedua adalah pergaulan. Salah memilih teman bergaul juga merupakan hal yang dapat menurunkan moral. Karena pada masa remaja dan dewasa awal biasanya seseorang lebih akan mendengarkan perkataan teman sebayanya dibandingkan orang tuanya. Jika bergabung dalam sebuah pergaulan, lama kelamaan seseorang akan terpengaruh. Seandainya A bergaul dengan orang orang yang rajin mengaji, lama kelamaan A ini akan dapat memotivasi dirinya agar lebih rajin mengaji. Sedangkan bila B bergabung dalam pergaulan bebas yang tidak benar, lama kelamaan ia akan melakukan seperti apa yang teman sepergaulannya lakukan dengan alasan utama yaitu SOLIDARITAS.

Faktor lainnya adalah globalisasi. Globaliasi memiliki dampak positif dan negatif, salah satu dampak positif adalah lebih mudahnya mendapatkan dan mengirim informasi. Contoh negatifnya adalah masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan adat ketimuran di Indonesia melalui berbagai macam sumber. Sumbernya bisa datang dari nyanyian, tontonan, video game dan internet. Saat ini banyak remaja-remaja yang meniru gaya hidup artis idolanya, mengikuti lirik suatu lagu dalam kehidupannya dan meniru adegan dalam sesuatu yang ia tonton karena menganggap hal hal itu adalah keren dan merasa ketinggalan zaman jika tidak melakukannya.

Salah satu yang berbahaya adalah internet, karena dari internet semua hal juga dapat masuk dan maraknya informasi bohong atau sering disebut HOAX. Belakangan ini sangat banyak sekali berita hoax di media sosial, yang biasanya dimulai oleh kaum muda. Saat berita tersebar, kebanyakan orang hanya akan membaca sekilas dan merasa berita itu benar lalu menyebarkan kembali hingga berpotensi dapat menimbulkan masalah. Seharusnya bila kita menerima sebuah informasi, kita harus memeriksa, mencari tahu lebih, dan mengecek sumber informasi tersebut.

Kualitas kaum muda Indonesia harus dijaga dan ditingkatkan, karena dalam rentang waktu yang dekat merekalah yang akan memimpin bangsa. Bila kualitas manusianya sudah bagus, kualitas negara tersebut juga akan meningkat sehingga masyarakat dapat lebih sejahtera.

 

Oleh : Favian Daffa (Angkatan 61/Beswan Gen-4)

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

One thought on “Penurunan Moral Bangsa