image-title

Umumnya, para pelajar memikirkan setelah lulus nanti apa yang akan mereka lakukan. Mereka menghadapi pilihan untuk lanjut kuliah/kerja/bekerja sambil kuliah. Setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangannya, pelajar harus siap menanggung risiko dari pilihan tersebut dan tentu harus bertanggung jawab dengan atas pilihannya.

Memilih Langsung Bekerja

Narasumber pertama adalah role modelnya anak SMAKBO, kesuksesannya membuat ia terkadang harus pergi keluar negeri untuk bertugas. Beliau kerap disapa Pak MJ, alumni SMAKBO angkatan 25. Setelah lulus dari SMAKBO ia langsung bekerja di PT. Hengkel di  Cimanggis (Kini sudah dibeli oleh BASF) .

Pak MJ memaparkan ada 4 point yang harus diperhatikan apabila setelah lulus nanti kita memilih bekerja, yaitu: 1) Tingkat persaingan ketat; 2) Bekali dengan nilai tambah; 3) Pantaskan diri; 4) Harus melanjutkan kuliah.

Dalam dunia kerja pasti ada persaingan, bukan hanya bersaing dengan orang lain, kita juga harus siap jika harus bersaing dengan teman sendiri. Dalam beberapa kasus kita akan bersaing dengan orang yang lebih ahli, maka untuk dapat menang seseorang harus memiliki nilai tambah, baik itu softskill ataupun hardskill.

Seseorang harus memantaskan dirinya untuk siap bersaing dengan siapapun, khususnya dalam skill yang tidak diajarkan di sekolah. Contohnya adalah skill berbicara atau komunikasi. Pada zaman sekarang umumnya para petinggi perusahaan merupakan sarjana, maka diperlukan kuliah agar mendapat posisi yang lebih baik. Namun perlu digarisbawahi bahwa kuliah akan menghabiskan uang yang banyak, karena itulah banyak lulusan yang lebih memilih bekerja dahulu setelah ia lulus.

Memilih Langsung Kuliah

Narasumber kedua adalah Yusuf Nur Arifin, alumni SMAKBO angkatan 59 yang sekarang sedang menekuni kuliah di IPB. Dalam pertemuan kali ini kak ucup menyampaikan beberapa tips, pengalamannya dan alasan kenapa setelah lulus harus kuliah terlebih dahulu.

Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2025-2030, dimana pada tahun tersebut usia produktif lebih banyak, umumnya negara akan maju setelah melewati periode ini, namun apabila sumber daya manusianya tidak berkualitas, apakah mungkin negara itu bisa maju?

Yusuf memaparkan 5 aspek yang harus ditempa saat ada di bangku perkuliahan: 1) Karakter; 2) Softskill; 3) Ilmu; 4) Relasi; 5) Pengalaman.

Tentunya karakter mahasiswa pasti berbeda dengan siswa-siswi, dari cara berpikir sampai bagaimana mengolah perasaan pun pasti berbeda. Dalam dunia perkuliahan karakter seseorang dibentuk sedemikian rupa agar sesuai dan dapat diterima oleh khalayak umum.

Berbicara di depan umum, bernegosiasi, memahami orang adalah beberapa contoh dari softskill, umumnya hal ini tidak dipelajari di kelas. Dengan mengikuti organisasi seseorang dapat melatih hal tersebut, tentunya dalam dunia perkuliahan pasti terdapat banyak organisasi, namun alangkah baiknya untuk memilih organisasi yang dapat bermanfaat bagi hidup sendiri dan orang lain.

Ilmu itu terbagi dua ada yang bisa dipelajari  dengan bantuan guru/buku, ada juga yang harus dipelajari oleh diri sendiri (softskill) dalam dunia perkuliahan mahasiswa akan mendapat kesempatan memperoleh hal tersebut. Bila suatu saat seseorang mengalami kesulitan dalam memahami sebuah ilmu, sangat disarankan orang itu untuk bertanya lagi kepada ahlinya.

Semakin banyak teman semakin banyak juga relasinya, jika dalam satu sekolah baik itu SMP/SMK/SMA umumnya hanya manampung hingga 1000 orang, dalam perkuliahan seseorang berkesempatan untuk bergaul dengan lebih banyak orang. Belum lagi fakta bahwa teman seperkuliahan lebih berpotensi untuk membantu dalam dunia kerja nantinya.

Bukan hanya belajar, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lain seperti pengalaman berorganisasi, pengalaman mengikuti suatu program penelitian, dan lainnya. Pengalaman yang sangat berguna ini bisa didapatkan apabila seseorang mengenyam bangku kuliah.

Kerja Sambil Kuliah

Narasumber ketiga adalah kak Rizka, perempuan yang bekerja di PERURI ini menyampaikan beberapa hal tentang kerja sambil kuliah yang pernah ia lakukan.

Ia memiliki banyak relasi yang didapat saat mengikuti pelatihan, organisasi saat kuliah, dan di tempat kerja. Pernah ia diwawancara ketika melamar kerja, ternyata orang yang mewawancarai adalah orang yang ia kenal. Sehingga wawancara itu berjalan lancar karena sudah terbangun kepercayaan sejak dahulu.

Keuntungan apabila kerja sambil kuliah: Pengalaman kerja dapat, Ilmu juga dapat; Relasi banyak; dan Membantu dalam tugas kerja ataupun tugas kuliah.

Dengan kerja sambil kuliah, seseorang dapat memperoleh pengalaman kerja dan ilmu dari perkuliahan. Sering terjadi kasus perusahaan bingung dalam menerima karyawan, apakah memilih yang punya pengalaman kerja, atau memilih yang mempunyai ilmu. Kalo kita bisa menjadi orang yang memiliki pengalaman kerja dan punya ilmu, kenapa tidak?

Dengan terjun langsung ke dunia kerja dan kuliah, tentunya peluang mengenal orang semakin banyak, hal inilah yang harus dimanfaatkan, membangun relasi akan membuat hidup seseorang lebih mudah.

Setiap orang pasti mempunyai tugas baik itu dari tempat kerja ataupun tempat kuliahnya, namun jika seseorang memilih bekerja sambil kuliah hal ini bisa dilewati lebih mudah contohnya saat seseorang punya tugas kuliah orang itu dapat bertanya kepada rekan kerjanya yang lebih ahli di bidang tersebut. Begitu pula sebaliknya saat seseorang diberi tugas dari tempat kerjanya, jawaban tugas tersebut bisa diperoleh dengan memanfaatkan fasilitas kampus dan bertanya pada dosen.

Tips bekerja sambil kuliah: Pilih sesuai keinginan; Tanggung jawab; Cari kampus dengan akreditasi minimal B.

Bekerja sambil kuliah akan memakan waktu yang tidak sedikit. Bayangkan dari senin-jumat bekerja, lalu sabtu-minggu kuliah, memang seseorang akan merasa lebih lelah saat memilih pilihan ini. Namun, jika seseorang punya manajemen waktu yang baik tentu akan mudah melewati hal ini. Saat memilih tempat kuliah atau tempat kerja, disarankan memilih berdasakan passion sehingga tidak akan merasa terbebani, dan pilih fakultas sesuai profesi yang sedang dijalankan.

Tanggung jawab sangat dibutuhkan saat memilih langkah ini, baik itu tanggung jawab sebagai mahasiswa ataupun tanggung jawab sebagai karyawan. Seseorang tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja, lakukan sesuai tugasnya, jangan sampai lalai di salah satu tempat. Seseorang harus bertanggung jawab atas dirinya di kampus dan di tempat kerja.

Di mata orang umumnya akan melihat akreditasi kampus terlebih dahulu, disarankan memilih kampus dengan akreditasi minimal B. Selain itu saat dikampus seseorang dituntut untuk meraih Ipk yang tinggi agar memudahkan untuk mendapat kerja ataupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Setiap pillihan pasti ada kelebihan, kekurangan, dan risikonya. Tidak mungkin semua pelajar mengambil pilihan yang sama, setiap pelajar harus memikirkan hal ini sejak awal, jangan hanya “gimana nanti”. Setiap pilihan yang dibuat akan berefek kepada apa yang akan terjadi di masa depan, dengan mengambil pilihan yang tepat, dipastikan seseorang akan meraih jalan kesuksesan.

Oleh M Raafi Adhasyah (Angkatan 62, Beswan Generasi 5)

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

One thought on “Pilihanku Adalah Jalan Kesuksesanku