image-title

Sabtu, 23 Februari 2019, Yayasan BAS mengadakan Tematik ke-3 untuk Penerima Manfaat (Beswan) Generasi 5 bertema Kehidupan Pasca Sekolah. Metode dalam mencapai sasaran tujuan tematik ini melalui pembelajaran pengalaman pribadi narasumber yang diperkaya dengan tanya jawab. Tematik ini dihadiri 19 Beswan karena seorang Beswan sedang sakit.

Kegiatan berlangsung di Sekolah mulai pukul 08 s.d. 15 WIB yang menghadirkan tiga narasumber. Mereka berbeda pilihan saat lulus sekolah di zamannya. Narasumber pertama memilih langsung bekerja, narasumber kedua memilih langsung kuliah, dan narasumber ketiga menjalankan bekerja sekaligus kuliah.

Yuk kita simak tulisan Beswan berikut yang menggambarkan intisari dari apa-apa yang disampaikan oleh narasumber. Tulisan pertama oleh Maulana berjudul Kehidupan Pasca SMAKBO. Pilihanku adalah jalan kesuksesanku (klik judul) adalah tulisan kedua oleh M Raafi Adhasyah. Ketiga, Aliefi Mutiara Syafitri yang menulis Bingung Menentukan Masa Depan? Nggak Zaman! (klik judul). Selamat menikmati.

 

Kehidupan Pasca SMAKBO

Samsul Maulana

Sering muncul dalam benak anak-anak SMAKBo sebuah pertanyaan “Apa yang akan kulakukan setelah lulus nanti?” Terutamanya sering terjadi pada kelas 12 dan kelas 13 yang akan segera lulus dari SMAKBo. Sebagai sekolah vokasi, lulusan SMAKBo dirancang sebagai individu yang siap kerja. Namun tidak sedikit pula yang ingin melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan, dengan alasan jenjang pedidikan yang tinggi adalah sebuah tuntutan dalam menghadapi pasar bebas dunia. Lalu bagaimana jika memilih bekerja yang diimbangi dengan kuliah setelah lulus dari SMAKBo?

Kegiatan yang dilaksanakan di dalam sekolah ini mengundang 3 narasumber yang merupakan alumni SMAKBo. Ketiganya memiliki pengalaman kehidupan pasca SMAKBo yang berbeda. Yaitu :

Bekerja

Sarjono Budi Santoso, Alumni SMAKBo angkatan 25 yang biasa disapa om MJ ini adalah narasumber yang memiliki pengalaman kehidupan pasca SMAKBo langsung bekerja.

Menurut om MJ, bekerja setelah lulus dari SMAKBo adalah lumrah karena memang lulusan SMAKBo dirancang untuk menjadi lulusan yang siap kerja. Hal penting yang kita lakukan dalam bekerja, yaitu bekerja dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab. Selain itu, diperlukan kemampuan lain agar kita dapat memantaskan diri dalam bekerja dan membangun relasi selama kita bekerja.

Dalam membangun relasi diperlukan kemampuan berbicara yang baik. Kemampuan berbicara yang baik dimulai dari artikulasi yang baik, karena artikulasi yang baik dapat memudahkan segala hal yang kita katakan untuk diterima oleh orang lain. Selain itu, kita perlu pintar dalam bekerja, karena dengan pintar akan meningkatkan kepercayaan diri.

Untuk generasi saat ini, persaingan dalam mendapatkan pekerjaan sudah sangat ketat. Terlebih lagi sudah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean yang berarti pesaing dalam mencari pekerjaan tidak hanya dari Indonesia saja, namun dari seluruh negara-negara di Asia Tengara. Oleh karena itu diupayakan untuk tetap melanjutkan kuliah di sela kesibukan bekerja. Dan, penting juga untuk mempelajari bahasa asing, karena dengan menguasai bahasa asing dapat memperluas lapangan pekerjaan, juga sebagai salah satu bentuk pemantasan diri kita.

Kuliah

Kenapa kita harus kuliah? Karena dengan kuliah kita dapat membangun dan mengembangkan karakter, softskill, ilmu, relasi, dan tentunya adalah pengalaman. Begitulah kiranya jawaban dari Yusuf Noer Arifin selaku narasumber ke 2. Yusuf adalah alumni SMAKBo angkatan 59 yang tengah mengenyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut Yusuf, pengembangan karakter dan softskill adalah hal berharga yang didapat di bangku perkuliahan. Karakter dan softskill adalah suatu ilmu yang tidak didapat di dalam kelas. Keduanya dapat dikembangkan dengan mengisi waktu luang di kampus dengan mengikuti organisasi. Salah satu keuntungan mengikuti organisasi di kampus adalah kesempatan untuk membangun relasi lebih besar.

Selain itu, dengan berkuliah kita dapat menentukan akan jadi apa diri kita nantinya. Apakah kita akan menjadi seorang akademisi, businessman, ataukah profesionalitas. Terlebih untuk saat ini, jenjang pendidikan yang tinggi adalah sebuah tuntutan agar kita menjadi individu yang dapat bersaing nantinya di masa depan.

Namun sebagai lulusan SMK yang dikenal sebagai lulusan siap kerja, banyak dari lulusan SMAKBo yang mempertanyakan bagaimana persaingan antara mahasiswa lulusan SMK dengan mahasiswa lulusan SMA yang memang dirancang untuk melanjutkan kuliah? Menurut Yusuf, lulusan SMK seperti lulusan SMAKBo tidak perlu takut untuk bersaing dengan lulusan dari SMA. Lulusan SMK juga bisa berprestasi jika melakukan hal-hal: Belajar dengan benar, karena belajar adalah investasi untuk masa depan; menghargai diri sendiri; optimis; keluar dari zona nyaman yang artinya kita harus siap melawan rintangan yang ada; bermimpi setinggi langit; pilih jurusan yang sesuai dengan minat; dan berdoa.

Karena pada saat kuliah, semua orang walaupun itu dengan latar pendidikan yang berbeda akan mempunyai kesempatan yang sama dalam meraih prestasi.

Kerja Iya, Kuliah Iya

Adalah Facrizka Mubianty yang berkesempatan menjadi narasumber terakhir. Kak Rizka adalah alumni SMAKBo angkatan 51 yang memilih kuliah sembari bekerja setelah lulus dari SMAKBo.

Menurutnya, dengan kuliah sembari bekerja kita dapat mendapatkan banyak hal berharga, seperti: bertemu orang-orang terlatih saat bekerja; mendapat pengalaman bekerja; membangun relasi dengan mengikuti pelatihan saat bekerja maupun dengan mengikuti organisasi seperti BEM saat kuliah; dan menyusun skripsi sebagai tugas kuliah menjadi labih mudah, karena dapat mendapatkan bantuan dari orang-orang ahli di tempat kerja.

Namun, untuk mendapatkan hal-hal berharga tersebut kita harus rela mengorbankan waktu dan tenaga. Karena jika kita memilih kuliah sembari bekerja, kita harus siap dengan risiko kehilangan waktu istirahat lebih banyak. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan saat ingin kuliah sembari bekerja.

Supaya kita tidak terlalu merasa jenuh saat kuliah sembari bekerja, yaitu: memilih jurusan sesuai minat; mencari kampus yang dekat dengan tempat kerja maupun dekat dengan rumah; bertanggung jawab terhadap pilihan; dan memilih kampus dengan nilai akreditasi kampus minimal B jika kita ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Namun, jika kita memilih kuliah sembari bekerja, kita harus kuliah di kampus yang menyediakan kelas karyawan. Kelas karyawan untuk studi jenjang S1 umumnya hanya ada di kampus swasta. Dan kita pun harus memilih antara kelas karyawan di malam hari pada hari kerja atau kelas karyawan pada hari sabtu dan minggu. Jika kita memilih kelas karyawan di malam hari pada hari kerja, kita dapat mendapat libur pada hari minggu. Dan sebaliknya jika kita memilih kelas karyawan pada hari sabtu dan minggu, kita tidak akan mendapat hari libur, namun pada hari kerja kita bisa berfokus pada pekerjaan kita saja.

Dihadapkan pada pilihan adalah suatu hal yang lumrah terjadi dalam hidup. Khususnya untuk lulusan SMK seperti lulusan SMAKBo dimungkinkan terdapat 3 pilihan yang dapat dipilih setelah lulus dari bangku SMK. Apakah kita ingin bekerja karena sudah mendapat Ijazah SMK, atau kita lebih memilih untuk kuliah terlebih dahulu barulah setelah lulus kuliah kita bekerja, atau mungkin kita bisa memilih bekerja yang diimbangi dengan kuliah pada kelas karyawan.

 

yayasanbas

yayasanbas has blogged 510 posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *